Tuesday, July 07, 2026

MENCARI MURSYID PEWARIS NABI YANG SEBENAR - FASAL 10

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



FASAL 10:

TINGKATAN PENCAPAIAN SALIKIN


10.3  Dalil-dalil Berkenaan Cahaya Ketuhanan Yang Menerbitkan Tauhid

 

Berikut kami cantumkan beberapa dalil berkenaan Tauhid hakiki atau Iman sejati atau Ma’rifat dan Ubudiyyah yang suci murni yang diperoleh oleh Salikin melalui Pancaran Cahaya Ketuhanan ke dalam hati mereka.


Firman Allah:

 

ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٍ۬ فِيہَا مِصۡبَاحٌ‌ۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ‌ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّہَا كَوۡكَبٌ۬ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ۬ مُّبَـٰرَڪَةٍ۬ زَيۡتُونَةٍ۬ لَّا شَرۡقِيَّةٍ۬ وَلَا غَرۡبِيَّةٍ۬ يَكَادُ زَيۡتُہَا يُضِىٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٌ۬‌ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ۬‌ۗ يَہۡدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَـٰلَ لِلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.  Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.  Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (iaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.  Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

[An-Noor (24) : Ayat 35]

 

Firman Allah:

أَوَمَن كَانَ مَيْتًۭا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًۭا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍۢ مِّنْهَا

Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya) kemudian Kami hidupkan dia dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gelita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya.”

[Al-An’am (6) : Ayat 122]

 

Firman Allah:

وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًۭا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ

“Barangsiapa yang tiada diberi Cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun”

[An Nuur (24) : Ayat 40]

 

Firman Allah:

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ

Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah diri lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang tertutup mata hatinya?)”

[Az Zumar (39) : Ayat 22]

 

Rasulullah bersabda:

“Takutlah akan  firasat Mu’min, sesungguhnya dia melihat dengan cahaya Allah“

[Imam Tirmizi] 

                    

Rasulullah   bersabda:

"Hati itu ada empat macam: Pertama, qalbun ajrad (hati yang murni tak bernoda) di dalamnya seperti ada pelita yang bersinar.  Kedua, qalbun aghlaf (hati yang tertutup) yang terikat tutupnya.  Ketiga, qalbun mankuus (hati yang terbalik).  Keempat, qalbun musfah (hati yang terlapis).  Ada pun qalbun ajrad adalah hati seorang Mu’min, pelita dalam hatinya adalah cahaya, qalbun aghlaf adalah hati orang kafir, qalbun mankuus adalah hati orang munafik, yang mengetahui kemudian mengingkari.  Qalbun musfah adalah hati yang di dalamnya bercampur iman dan nifaq, iman yang ada di dalamnya seperti tanaman yang disirami air yang segar dan nifaq yang ada di dalamnya seperti bisul yang disirami darah dan nanah, mana dari dua unsur di atas yang lebih kuat, maka itulah yang akan menguasai hatinya.”

[Imam Ahmad]




....bersambung ke Fasal 10 :  Tingkatan Pencapaian Salikin

10.4  Penjelasan Tingkatan Tauhid Pertama – Maqam Tauhid Af’al

..........اِ نْ شَآ ءَ اللّه



No comments:

Post a Comment

MENCARI MURSYID PEWARIS NABI YANG SEBENAR - FASAL 10

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ FASAL 10: TINGKATAN PENCAPAIAN SALIKIN 1...