بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
FASAL 10:
TINGKATAN PENCAPAIAN SALIKIN
10.3 Dalil-dalil Berkenaan Cahaya Ketuhanan Yang Menerbitkan Tauhid
Berikut kami cantumkan
beberapa dalil berkenaan Tauhid hakiki atau Iman sejati atau Ma’rifat dan
Ubudiyyah yang suci murni yang diperoleh oleh Salikin melalui Pancaran Cahaya
Ketuhanan ke dalam hati mereka.
Firman Allah:
ٱللَّهُ نُورُ
ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٍ۬ فِيہَا مِصۡبَاحٌۖ
ٱلۡمِصۡبَاحُ فِى زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّہَا كَوۡكَبٌ۬ دُرِّىٌّ يُوقَدُ
مِن شَجَرَةٍ۬ مُّبَـٰرَڪَةٍ۬ زَيۡتُونَةٍ۬ لَّا شَرۡقِيَّةٍ۬ وَلَا غَرۡبِيَّةٍ۬
يَكَادُ زَيۡتُہَا يُضِىٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٌ۬ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ۬ۗ
يَہۡدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَـٰلَ
لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬
“Allah
(Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus,
yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang
bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang
banyak berkahnya, (iaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur
(sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja)
hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah
membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat
perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.”
[An-Noor
(24) : Ayat 35]
Firman
Allah:
أَوَمَن كَانَ مَيْتًۭا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ
نُورًۭا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍۢ
مِّنْهَا
“Dan
apakah orang yang sudah mati (hatinya) kemudian Kami hidupkan dia dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan
di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada
dalam gelap gelita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya.”
[Al-An’am
(6) : Ayat 122]
Firman
Allah:
وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًۭا فَمَا لَهُۥ
مِن نُّورٍ
“Barangsiapa yang tiada diberi
Cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun”
[An Nuur (24) : Ayat 40]
Firman Allah:
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ
عَلَىٰ نُورٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ
“Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah
diri lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang tertutup
mata hatinya?)”
[Az
Zumar (39) : Ayat 22]
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Takutlah akan
firasat Mu’min, sesungguhnya dia melihat dengan cahaya Allah“
[Imam Tirmizi]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hati itu ada empat macam: Pertama, qalbun
ajrad (hati yang murni tak bernoda) di dalamnya seperti ada pelita yang
bersinar. Kedua, qalbun aghlaf
(hati yang tertutup) yang terikat tutupnya.
Ketiga, qalbun mankuus (hati yang terbalik). Keempat, qalbun musfah (hati yang
terlapis). Ada pun qalbun ajrad
adalah hati seorang Mu’min, pelita dalam hatinya adalah cahaya, qalbun
aghlaf adalah hati orang kafir, qalbun mankuus adalah hati orang
munafik, yang mengetahui kemudian mengingkari.
Qalbun musfah adalah hati yang di dalamnya bercampur iman dan
nifaq, iman yang ada di dalamnya seperti tanaman yang disirami air yang segar
dan nifaq yang ada di dalamnya seperti bisul yang disirami darah dan nanah,
mana dari dua unsur di atas yang lebih kuat, maka itulah yang akan menguasai
hatinya.”
[Imam Ahmad]
....bersambung ke Fasal 10 : Tingkatan Pencapaian Salikin
10.4 Penjelasan Tingkatan Tauhid Pertama – Maqam Tauhid Af’al
..........اِ نْ شَآ ءَ اللّه