SIRI 186
KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH ﷺ
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bab 3: Sistem Tarbiyyah dan Tazkiyyah Jalan Ma'rifat
Fasal 9: Punca Kekeliruan, Penyimpangan dan Kesesatan orang awam
sambongan....
Sebab kedua kesesatan: Mentafsirkan Al-Qur'an dan Hadith dengan aqal, nafsu dan bisikan Iblis
Golongan yang ingkar kepada Toriqat, Tasawwuf, Ma'rifat (dan sekalian hal ehwal berkait dengannya) terdiri dari golongan yang mentafsirkan Al-Qur'an dengan aqal fikiran dan nasfu, bisikan Iblis, maka jadilah mereka sesat menyesatkan.
Mereka BUKAN Mujtahid. Tetapi oleh kerana mereka mempunyai gelaran "mufti" atau gelaran Profesor atau Drs atau Masters atau lain-lain......mereka sewenang-wenang mengeluarkan "fatwa"........ "ini halal", "ini haram", "ini bid'ah sesat", "ini khurafat". Beginilah perangai mereka sejak dahulu lagi, sedangkan Allah dan Rasul-Nya mengancam golongan seperti ini dengan Neraka Jahannam.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
[An-Nahl (16) : Ayat 116]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa berkata-kata tentang Al-Qur'an (tafsir dan ta'wilkan Al-Qur'an) tanpa ilmu, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari Neraka"
[Imam Tirmidzi]
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menguraikan Al-Qur’an dengan akal fikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”.
[Imam Ahmad]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Takutlah kalian berbicara tentang sesuatu yang berasal dariku melainkan pada apa yang telah kalian ketahui. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyimpan tempat duduknya di dalam Neraka, Dan barang siapa yang menafsirkan al-Qur'an dengan akal fikirannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di dalam Neraka"
[Imam Ahmad, Tirmizi, Nasai]
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia menyediakan tempatnya di dalam Neraka”.
[Imam Bukhari, Muslim]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Di dalam Agama itu tidak ada pemahaman berdasarkan akal fikiran, sesungguhnya Agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya.”
[Imam Thabarani]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Takutlah kalian berbicara tentang sesuatu yang berasal dariku melainkan pada apa yang telah kalian ketahui. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyimpan tempat duduknya di dalam Neraka, dan barang siapa yang menafsirkan Al-Qur'an dengan akal fikirannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di dalam Neraka"
[Imam Ahmad, Tirmizi, Nasai]
Bersambung siri 187 اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
_______________________________
MAJLIS TAZKIRAH JILANI
🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳
No comments:
Post a Comment