SIRI 447
KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Rumusan dan Penutup
sambungan....
Rumus 3: Allah Ta'ala menurunkan Rasul dan Nabi dan Pewaris Nabi, menunjukki manusia jalan lurus, jalan kebenaran.
3.1 Manusia seluruhnya tidak mempunyai pengetahuan tentang Ketuhanan. Mereka jahil, bodoh, tidak tahu apa-apa.
3.2 Allah Ta'ala mengajar manusia dengan perantaraan Kalam melalui "Utusan-Nya".
3.3 Tiga macam Hamba Allah yang bertaqwa menjadi Utusan Allah.
(i) Rasul
(ii) Nabi
(iii) Mursyid Pewaris Nabi yang Siddiq
Rumus 4: Mursyid Pewaris Nabi yang Siddiq (Benar) adalah Warisatul Anbiya Sebenar.
4.1 Sayyidina Wa Maulana Muhammad Rasulullah ﷺ adalah Rasul dan Nabi terakhir sebagai penutup Kenabian. Setelah kewafatan Rasulullah ﷺ hamba-hamba Allah yang menggantikan Baginda ﷺ menjadi Utusan Allah adalah Warisatul Anbiya yang dikenali sebagai Mursyid Pewaris Nabi yang Siddiq (Benar).
4.2 Setiap Mursyid Pewaris Nabi yang Siddiq adalah Pilihan Allah. Bukan pilihan manusia, bukan undian, bukan kerana anak kepada Guru.
4.3 Setiap Mursyid yang Siddiq wajib menepati 10 syarat.
Berkata Al-Imam Shaikh Abdul Qodir Jilani Radhiallahu Anhu:
“Para Ulama (Mursyid Pewaris Nabi yang Siddiq) adalah hamba-hamba Allah yang memiliki kedudukan istimewa, yang Allah Pilih sebagai Pelita Agama-Nya. Allah Menganugerahi Petunjuk kepada mereka dengan berbagai kelebihan dan keutamaan. Mereka adalah Pewaris para Nabi, pengganti mereka, dan Pemimpin kaum muslimin, sebagaimana Sabda Nabi ﷺ: “Ulama adalah Pewaris para Nabi kerana Ilmu yang mereka miliki. Penduduk langit mencintai mereka, dan bahkan para penghuni lautan pun memohon ampunan untuk mereka hingga Hari Qiamat.” ” [Imam Ad-Dailami].
[Tamat nukilan: Sirrul Asrar]
Berkata Sulton Auliya Imam Jilani Radhiallahu Anhu:
“Orang-orang yang berilmu dan hikmah (Mursyid - Ahli Sufi - Ahli Ma'rifat) adalah hamba Allah yang sejati yang Di-Pilih-Nya untuk menerima “Risalah-Risalah dari Pengajaran-Nya”. Allah Ta'ala Melimpahkan mereka Ilmu dan Hikmah dan dengan Ilmu Hikmah itulah mereka menjadi manusia yang lebih tinggi darjatnya dari manusia lain. Mereka berhubung dengan Nabi ﷺ melalui perasaan yang halus dan dengan 'aqal yang bijaksana (Kehalusan Ma’rifat atau disebut juga Kasyaf Ilahiyyah). Allah memuji mereka yang memiliki Ilmu Hikmah dengan Firman-Nya:
ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَـٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٌ۬ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡہُم مُّقۡتَصِدٌ۬ وَمِنۡہُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٲتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡڪَبِيرُ “
[Tamat nukilan kitab: Sirrul-Asrar Fi-ma-Yahtaju Iyahil-Abrar]
Bersambung siri 448 اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
___________________________
MAJLIS TAZKIRAH JILANI
🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳
No comments:
Post a Comment