SIRI 168
KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH ﷺ
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bab 3: Sistem Tarbiyyah dan Tazkiyyah Jalan Ma'rifat
Fasal 7: Silibus Pendidikan Jalan Ma'rifat
Zikir Allah Allah
sambungan....
Dalil 2: Firman Allah:
وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِى نَفۡسِكَ تَضَرُّعً۬ا وَخِيفَةً۬ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأَصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَـٰفِلِينَ
"Dan ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut ) dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai."
[Al-A'raf (7) : Ayat 205]
Kalam Allah ini hampir serupa seperti Wahyu pertama yang memerintah : Sebut atau ingat Tuhanmu...!
Apakah nama bagi Rabb (Tuhan ) yang disuruh ingat atau Zikir pada-Nya?
Apakah nama Paling Agung bagi Tuhan yang menciptakan ?
Nama Paling Agung atau disebut Ismul A'zhom iaitu "Allah" ...!
Maksud keterangan di sini:
" Zikirlah Allah di dalam hati terus-menerus.”
Berkata Imam Fakhruddin Ar-Razi Radhiallahu anhu
(Mujaddid kurun ke 6 Hijrriyyah) :
"Berdasarkan ayat 205 al-A’raf ini, Rasulullah ﷺ (dan Ummat Baginda) diwajibkan berzikir dalam hati (senyap —tanpa suara) dengan ingatan Allah, Allah, Allah terus- menerus sepanjang waktu siang dan malam. Kalimat ini " بِٱلۡغُدُوِّ " mewakili seluruh waktu siang dan kalimat " وَٱلۡأَصَالِ " mewakili seluruh malam"
[Tafsir Al-Kabir / Tafsir Ar-Razi]
Berkata Imam Ibn Jarir At-Tabari Radhiallahu anhu:
"Kata Mujahid, ertinya adalah : Perintahkanlah kepada mereka (orang beriman) agar berzikir kepada Allah di dalam dada (hati) dengan sikap merendahkan diri dan perasaan takut. Kata Hasan bin Yahya : Allah berfiman, 'Jika hamba-Ku mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku mengingatnya di dalam diri-Ku. Jika hamba-Ku mengingat Aku sendirian, maka Aku mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam kelompok, maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dan lebih mulia dari mereka."
[Tafsir At-Tabari]
Berkata Ibnu Kathir Radhiallahu anhu:
"Allah Memerintahkan agar Dia di-Zikirkan (ingat Allah) lebih banyak pada waktu pagi-pagi dan petang-petang"
[Tafsir Ibnu Kathir]
Tafsir Jalalain:
"Dan zikirlah kepada Allah di dalam diri kamu (hati kamu), iaitu secara senyap dan di dalam keadaan takut rendah diri."
[Tafsir Jalalain]
Berkata Al-Qutb Tajul Arifin Shaikh Yahya Radhiallahu anhu:
"Ya anakku, difahamkan pada ayat ini oleh menyuruh oleh Allah (Zikrullah) dan akhirnya menegah daripada lalai. (lalai dari Zikir Allah) adalah zikir khafi (dalam hati) itu wajib sepenuh masa."
[Risalah Ma'rifat : bab Zikrullah]
Bersambung siri 169 اِ نْ شَآ ءَ اللّه
___________________________
MAJLIS TAZKIRAH JILANI
🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳
No comments:
Post a Comment