SIRI 115
KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH ﷺ
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bab 2: Syari'at dan Toriqat Rasulullah ﷺ
Fasal 11: Punca kesesatan orang awam dan salikin
Punca 5: Bersekutu dengan Jinn syaitan
sambungan...
Poin 15: Contoh-Contoh Iblis menarik kepada kefasikan
sambungan....
Berkata Imam Ghazali Radhiallahu anhu:
Enam sebab dosa kecil berubah menjadi dosa besar.
Pertama: Kerjakan dosa berterusan
Mengerjakan dosa kecil secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan.
Tidak disebut dosa kecil jika dilakukan secara terus-menerus. Dan, tak ada dosa besar jika seseorang segera bertaubat dan tak mengulangi lagi perbuatannya. Satu kali melakukan perbuatan dosa besar, lalu berhenti melakukannya maka harapan untuk diampuni dosanya oleh Allah lebih besar daripada melakukan dosa kecil yang dilakukan terus-menerus.
Seperti titisan air yang terus-menerus menjatuhi sebiji batu dalam waktu yang sangat lama. Tentu kelak akan dapat membekas dan melubangi batu tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik amal adalah yang dilakukan terus-menerus walau hanya sedikit.”
[Imam Bukhari dan Imam Muslim]
Orang yang beramal soleh, meski sedikit demi sedikit namun jika dilakukan terus-menerus maka kelak menjadi amal yang besar. Hadith ini juga dapat berlaku sebaliknya. Dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang dan terus-menerus kelak akan menjadi besar.
Kedua : Meremehkan dosa kecil
Setiap dosa yang dinilai besar oleh pelakunya, lalu disertai dengan penyesalan sesudahnya secara mendalam, maka dosa itu menjadi kecil pada pandangan Allah. Sebaliknya, jika dia menganggap kecil suatu dosa, hal itu menjadi besar pada pandangan Allah. Dosa itu menjadi besar disebabkan oleh kerana hati pelakunya tidak menolak dan tidak membencinya. Padahal, perasaan inilah yang sebenarnya dapat mencegah pengaruh buruk yang ditimbulkannya. Sedangkan, sifat meremehkan suatu dosa berasal dari rasa suka hatinya terhadap perbuatan tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang Mukmin melihat dosanya laksana gunung di atas kepalanya dan dia khuatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan seorang munafiq melihat dosanya laksana seekor lalat yang lalu di hadapan hidungnya, lalu diusirnya.”
[Imam Bukhari]
Ketiga : Merasa gembira, senang dan bangga terhadap dosa kecil
Jika seseorang terdorong melakukan dosa, dan syaitan berhasil menyeretnya untuk melakukan dosa itu lagi, seharusnya dia insaf bahwa dia sedang berada dalam musibah. Sepatutnya dia merasa menyesal kerana dia telah dikalahkan oleh musuh hingga dijauhkan dari Rahmat Allah. Seorang pesakit yang merasa gembira atas pecahnya botol berisi ubat untuk penyakitnya hanya karena alasan ia terbebas dari rasa pahit ubat tersebut, maka ia tidak perlu berharap dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya
Bersambung siri 116 اِ نْ شَآ ءَ اللّه
____________________________
MAJLIS TAZKIRAH JILANI
🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳
No comments:
Post a Comment