SIRI 67
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bab 2: Syari'at dan Toriqat Rasulullah ﷺ
Fasal 7: Wahyu Pertama Iqra' dan Hubungannya dengan Syari'at dan Toriqat (Tasawwuf)
sambungan...
Kenyataan 5:
Wahyu Pertama dan Zikir Allah Allah Allah
Sambungan...
Sekali lagi diberi peringatan:
Maksud daripada "Zikir Allah Allah Allah di dalam hati" sebagaimana yang dituntut adalah bermaksud:
"Terus-menerus mengingat Allah di dalam hati tanpa putus"
Jika kamu dapat memahami maksud ini dan kaitannya dengan Wahyu Pertama [ ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ] maka kamu sudah mendapat faedah besar di dalam memahami pengertian Zikir Allah Allah Allah dan memahami maksud Toriqat Rasulullah ﷺ yang paling awal ini.
Dalil-dalil Al-Qur'an yang memerintahkan Zikir Allah Allah di dalam hati (Ingat Allah terus-menerus di dalam hati):
Dalil 1: Firman Allah:
وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِى نَفۡسِكَ تَضَرُّعً۬ا وَخِيفَةً۬ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأَصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَـٰفِلِينَ
Dan ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai."
[Al-A'raf (7) : Ayat 205]
Kalam Allah ini hampir serupa seperti Wahyu pertama yang memerintah:
Sebut atau ingat Tuhanmu...!
Apakah nama bagi Rabb (Tuhan ) yang di-Perintahkan zikir padanya?
Apakah nama Paling Agung bagi Tuhan yang menciptakan?
Nama Paling Agung atau disebut Ismul A'zhom iaitu nama:
"Allah"
Maksud keterangan di sini:
" Zikirlah Allah Allah di dalam hati terus-menerus"
Imam Fakhruddin Ar-Razi (Mujaddid kurun ke 6 Hirriyyah) mentafsirkan ayat ini:
"Berdasarkan ayat 205 al-A’raf ini, Rasulullah ﷺ (dan Ummat Baginda) diwajibkan berzikir dalam hati (senyap —tanpa suara) dengan ingatan Allah, Allah, Allah .... terus-menerus sepanjang waktu siang dan malam.
Kalimat ini " بِٱلۡغُدُوِّ " mewakili seluruh waktu siang dan " وَٱلۡأَصَالِ " mewakili seluruh malam"
[Tafsir Al-Kabir / Tafsir Ar-Razi]
Dalil 2: Firman Allah:
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَڪۡبَرُ
"....dan Zikir Allah itu sebesar-besar ibadah ...."
[Al-Ankabut (29) : Ayat 45]
Menurut Tafsiran Ibnu Abbas dan Ahli Ma'rifat lain-lainnya:
(1) Zikrullah (ingat Allah di dalam hati, sebut nama Allah, tafakkurkan nama Allah) adalah sebesar-besar Ibadah. Orang yang tekun mengerjakan ibadah Zikrullah (ingat Allah ) siang malam tanpa berhenti dengan penuh ikhlas dan menurut adab, hukum dan kaifiyyatnya, maka dia akan memperoleh darjat kedudukan paling tinggi di Sisi Allah.
(2) Setiap ibadah yang dikerjakan dengan Zikrullah (ingat Allah) di dalamnya, maka ibadah tersebut adalah ibadah yang terlebih baik, sempurna yang memperoleh Redha Allah. Ibadah yang tiada zikir di dalamnya adalah "kosong" dan "kerugian".
(3) Ingatan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang Zikrullah (mengingat Allah) adalah lebih utama. Ertinya Limpahan Rahmat dan Inayah (pertolongan Allah) terhadap hamba-hamba-Nya yang zikrullah adalah jauh lebih hebat dari ingatan hamba kepada Tuhannya. Hamba cuma buat sedikit tetapi Allah Ta’ala melimpahkan Rahmat yang banyak.
Dalil 3: Firman Allah:
وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةً۬ وَأَصِيلاً۬
"Dan Zikir akan nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang."
[Al-Insan (76) : Ayat 25]
Ayat ini adalah ayat amr — Perintah — Suruhan yang wajib — amalkanlah.. Zikirkanlah nama Allah terus-menerus atau ingat nama Allah terus-menerus di dalam hati.
Sekali lagi Perhatikanlah sungguh-sungguh:
Sama maksudnya apabila disebut:
Zikirlah kamu Allah Allah Allah di dalam hati kamu sebanyak-banyaknya — ingatlah Allah terus-menerus tanpa henti siang dan malam.
Bersambung siri 68 اِ نْ شَآ ءَ اللّه
____________________________
MAJLIS TAZKIRAH JILANI
🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳
No comments:
Post a Comment