Monday, April 06, 2026

SIRI 160


KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH ﷺ


بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bab 3: Sistem Tarbiyyah dan Tazkiyyah Jalan Ma'rifat


Fasal 6: Matlamat Pendidikan Jalan Ma'rifat


(2) Matlamat Cabang Pendidikan Jalan Ma'rifat.

sambungan....



Perhatian dan amaran:

Pada zaman ini berbagai pendapat dan pendirian Ummat Islam berhubung dengan istilah “Ma’rifat”.  Sebahagiannya memandang sinis atau curiga.  Sebahagian lagi menganggap ia hanya sesuai untuk orang-orang tua.  Ada yang mengatakan ia terlalu tinggi untuk dibicarakan.  Bahkan ada juga yang terlalu jahil sehingga menuduhnya sebagai ajaran sesat.  Wal Iyazubillah.  Sedangkan menurut pendirian Ahlus Sunnah turun-temurun, semua istilah-istilah ini (Syari’at, Toriqat, Haqiqat, Ma’rifat, Tasawwuf, Ihsan, Taqwa) dan beberapa istilah yang sering digunakan oleh sekalian Masyaikh Ahlus Sunnah adalah saling berkait dan bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah ﷺ dan Ijma’ Qias Ulama Mu’tabar.  Itulah keseluruhan Agama yang wajib dipegang dan disempurnakan oleh setiap orang yang mengaku beriman.


Malangnya pada zaman ini, istilah “Ma’rifat” yang merupakan Matlamat insan dijadikan oleh Allah Ta’ala dipandang remeh dan kehinaan.  Mereka memperolok-olok istilah Ma’rifat dan sekalian yang berkait dengannya. Sesungguhnya mereka inilah pendusta-pendusta Agama, meskipun mereka ini bergelar Professor, Kiyai, Mufti, Qadhi atau lainnya.  Mereka ini serupa dengan golongan kafir yang mengejek-ngejek Rasulullah ﷺ.  Imam Ghazali menyebutkan hal ini di dalam kitab “Munqiz-Min-Adh-Dholal”.


Berkata Imam Ghazali Radhiallahu Anhu:

“Di luar mereka (iaitu orang Islam yang ingkar akan segala hal ehwal Ma’rifat) adalah orang-orang jahil menolak semua itu dari dasarnya dan merasa hairan mendengar kisahnya.  Mendengar sambil mengejek dan menganggapnya sebagai omong kosong.  Tentang mereka itu Allah Taala berfirman:


وَمِنۡہُم مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَ حَتَّىٰٓ إِذَا خَرَجُواْ مِنۡ عِندِكَ قَالُواْ لِلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًا‌ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِہِمۡ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡ


"Dan di antara mereka yang mendengar ajaran-mu (dengan sambil lewa), sehingga apabila mereka keluar dari sisi-mu berkatalah mereka (secara mengejek-ejek) kepada orang-orang yang diberi ilmu;  Apa yang dikatakan oleh Muhammad tadi?  Mereka itu ialah orang-orang yang telah dimeteraikan Allah atas hati mereka dan ialah orang-orang yang menurut hawa nafsunya.”

[Muhammad (47) : Ayat 16]


أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَـٰرَهُمۡ


“(Orang-orang yang melakukan perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka dan dibutakan penglihatannya.”

[Muhammad (47) : Ayat 23]

[Tamat Nukilan dari  KItab Munqiz Ala-Adh Dholal]


Bersambung siri 161 اِ نْ شَآ ءَ اللّه

_____________________________

MAJLIS TAZKIRAH JILANI

   🌳🍁🕌🕌🕌🍁🌳

No comments:

Post a Comment

SIRI 161 KEWAJIPAN AMAL SYARI'AT DAN TORIQAT RASULULLAH ﷺ بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة...